Bohemian vs Borjuis; 2 Komunitas Musik Bersatu

Bohemian vs Borjuis
(Grinding Punk Corporation vs Blackmass Emporium)

Hari / Tanggal: Minggu / 20 Juni 2010
Tempat: Score Ciwalk, Bandung
Jam: 20.00wib – selesai
Htm: Rp. 20.000
Band: The Cruel, Hellgods, Sedusa, Haze, Bloodgush, Disaster, Divine Blackness, Demonstrorm, Monster
Liputan / Foto: Abah Supriyanto / Noviandi Abdul Aziz

Bohemian vs Borjuis merupakan tajuk dari konser yang digelar hari minggu lalu di Score, Ciwalk, kawasan Cihampelas Bandung merupakan venue setia yang cukup representative bagi kalangan underground bandung untuk menyelenggarakan  sebuah pertunjukan kecil kecilan. Konsep Bohemian vs Borjuis ini merupakan nama acara yang digagas dari dua komunitas music di bandung, yaitu Blackmass emporium mewakili komunitas blackmetal dan Grinding Punk Corporation, mewakili komunitas grinding punk.

Tak kurang dari 8 band dari 2 komunitas ini telah menyiapkan diri jauh jauh hari demi pertunjukan ini, karena memang awalnya konser Bohemian vs Borjuis ini sejatinya akan diselenggarakan di bulan Februari 2010, namun karena berbagai kendala dan mengalami perubahan beberapa kali akhirnya tanggal 20 Juni 2010 kemarin konser ini akhirnya bisa berlangsung.

Tak kurang dari 200-an orang dari berbagai komunitas underground bandung bergabung di acara ini, saya sempat menemui beberapa orang dari Jakarta di kerumunan massa, seperti Doni Iblis dan Eko Inner Sadness yang menyempatkan diri untuk menonton acara yang boleh dibilang unik dan menarik ini dari sisi konsep. Konsep asalnya adalah band blackmass harus mengcover lagu beraliran PUNK paling tidak 1 lagu dalam setlistnya, begitupun sebaliknya band dari Grinding Punk harus mengcover setidaknya 1 lagu beraliran Blackmetal dalam setlist lagu yang mereka tampilkan.

Pukul 21.00  tepat pertunjukan dibuka dengan band Monster yang memuntahkan konsep brutal death metal, band ini adalah band death metal asal Ujungberung dengan konsep music brutal death secara umum dan semakin menghangatkan suasana dingin malam itu. Selanjutnya Demonstrom tampil, band blackmetal asal bandung ini menggeliat dengan penampilan ala Immortal dan set lagu yang bernuansa Black death metal dan lengkingan suara juga distorsi gitar yang parau, mengingatkan kita ke era keemasan blackmetal di pertengahan 90’an.

Berikutnya giliran Disaster yang tampil di panggung, namun karena sesuatu dan lain hal band ini urung tampil, sebagai gantinya Bloodgush, band yang digawangi oleh Glenn salah seorang pemuka Grinding Punk Corporation ini menghentak panggung dengan Full Corpsepaint, Spike dan Leather, mirip kostum yang dikenakan oleh GWAR . Band ini mengusung konsep Grinding Punk yang sebenarnya merupakan hasil kawin silang konsep music brutal death metal dengan grindcore, dan dimainkan dengan dominasi ketukan 1/32.

Setelah Bloodgush menghajar telinga penonton dengan konsep music death metal dan ditutup dengan cover lagu Demigod milik Behemoth, giliran Divine Blackness naik ke atas panggung, dengan konsep music blackened death metal yang terinspirasi masih sekitar Behemoth, Hour of Penance dan lainnya . Kali ini Divine blackness menghajar dengan lagu bertempo semi-grinding, wajar karena dibelakang drumkit adalah drummer yang terkenal dengan hyperblastcan nya, Denny Guick dari Noise Damage. Tak kurang dari 5 lagu mereka tampilkan malam itu, seperti Sacrifice for the Darkened Lord dan The Eternities of barbaric war, kemudian ditutup dengan menghadirkan bintang tamu, Ocke – Noise Damage dan Teddy ‘Gerbong’ eks Motordeath – Mortal Agony yang tampil mengcover lagu dari Extreme Noise Terror.  Setelah band ini, Sedusa, band yang cukup berbakat dari kawasan ujungberung ini menggempur justru dengan beat2x blackmetal ala Marduk dan mengcover satu lagu milik Marduk – Fuck me J*sus. Dengan konsep music yang simple dan mengumbar blastbeat Sedusa menjadi salah satu band yang cukup diperhitungkan di scene metal Bandung pada umumnya.

Ketika Haze naik ke panggung, saya harus prepare dan bersiap siap menjadi guest gitaris untuk Hellgods, sekedar memainkan 1 – 2 riff saja, karena rencananya Hellgods akan mengcover beberapa lagu. Dari pendengaran saya di belakang panggung, Haze tampil cukup apik dengan gitaris tambahan dari Naked Truth, terdengar sound yang baik dan balance karena menggunakan dual gitar, beberapa lagu dari promo EP mereka Prelude to Vengeance dimuntahkan oleh Agung, Sony “diego” haze dan kawan kawan malam itu.

The Cruel kemudian tampil di panggung dengan lineup yang paling berbahaya malam itu dimana pada gitar ada Yus Zabir yang dulu dikenal sempat mengisi di Haze, tampil dengan rambut Mohawk namun ber corpsepaint ala Demonaz Immortal kemudian di belakang drumkit adalah Yaya Tchort – Neurotic of Gods. inilah lineup yang berbahaya mengguncang panggung malam itu. Butche Mario sebagai vokalis dan war commander dari The cruel, band utama dari Grinding punk ini tanpa basa basi menghajar panggung dengan nomor nomor bertempo cepat dan akhirnya ditutup dengan cove rsong berjudul Hiking Metal Punk milik Darkthrone.

Sebagai sajian penutup malam itu adalah Hellgods, band yang cukup melegenda di scene Blackmetal bandung ini tampil dengan Abu Black Ash sebagai frontman menggiring kita pada kelamnya malam dengan lagu pembuka Rebellion berlanjut dengan lagu ber beat sedang Dark Fortress, berlanjut ke Now Diabolical milik Satyricon, Religion is a Fraud milik Disrupt dengan bintang tamu Rashied dari Hysteria dan terakhir adalah Anarchy in the UK nya Sex Pistols, menghadirkan Agung dari Haze, EmBie  dari Locust King (eks band Jeruji ) sebagai bintang tamu.

Sebuah acara yang cukup memorable bagi rekan rekan – rekan yang notabene sudah jarang main di panggung dan sempat menjadi guest player atau tampil hanya menyuarakan kebisingan dipanggung. Mudah mudahan ini adalah awal yang baik bagi kebangkitan scene metal di bandung khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

Random Posts

2 Comments on “Bohemian vs Borjuis; 2 Komunitas Musik Bersatu”

  • noviandi aziz wrote on 26 June, 2010, 9:44

    2 in 1 ….

  • peymill prambozz wrote on 28 June, 2010, 8:14

    yes, bLack metaL adaLah hidupku…..

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2010 DapurLetter.com. All rights reserved.