Got Me Blind Banyak Melakukan Ekspansi Musik
- Thursday, June 3, 2010, 5:49
- Wawancara
- 351 views
- 3 comments
Selamat buat Got Me Blind! Band dari Yogyakarta ini barusan ngerilis mini album Generasi Pemberang, di Liquid Café Yogyakarta, 20 Mei 2010. Sebelumnya mereka sudah duluan meluncurkan full album pertama mereka sejak terbentuk lebih dari 8 tahun lalu, Eye For An Eye.
Got Me Blind beranggotakan Richie Petroza S.ip – vokal, Dede Nursalam, Ss – gitar, Ronald Reagan – gitar, Sonny Kurniawan, SH a.k.a Gons – bass, dan Riko Prihandhani, SH – drum. Berikut hasil obrolan antara Aziz “Dapurletter” dengan Richie, sang vokalis, mengenai mini album Generasi Pemberang.
Apa definisi dari album Generasi Pemberang oleh kalian ?
Album ini merupakan sebuah album yang penuh dengan motivasi dan kemarahan kami akan lingkungan sekitar kami yang semakin hari memburuk. Generasi Pemberang juga salah satu judul lagu kami.
Proses rekaman di album ini berapa lama? Dan gimana pada akhirnya Got Me Blind berada di pangkuan label Off The Records?
Sebagian lagu di album ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 2004-an, namun mulai kami seriusi untuk aransemennya baru belakangan ini. Didukung Momo dari Captain Jack, operator sekaligus teman yang kami anggap paham akan selera kami. Udah dengerin hasilnya kan? Tahun 2008 album ini direkam di Thirteen Studio, Yogyakarta. Lebih santai, namun bertenaga, dan tanpa tekanan.
Sejak album pertama kami ada di label Off The Records. Sempat pengen coba label yang lain, tapi kami ini rata-rata malas dengan keribetan.
Apa saja yang kalian tonjolkan di album Generasi Pemberang ini? Di album ini terasa banget perubahan kalian dalam bermusik dibanding album terdahulu. Apa kalian terbius dengan maraknya musik metal? Jelasin dong.
Perubahan kami emang drastis. Kalau teman-teman merhatiin pesan yang kami sampaikan di album pertama, Eye For An Eye, kami disitu menunjukkan siapa kami pada awal berdirinya band ini, dan kami telah mempersiapkan diri dengan materi baru. Ya inilah, Generasi Pemberang!
Tar jangan kaget juga kalau nanti kami akan lebih jauh melakukan ekspansi musik. Seperti akan merilis album versi digital metal. Kalau ada yang memerhatikan line-up launch album Generasi Pemberang di Liquid Café, Yogyakarta kemarin ini, di sana ada DJ Uncle 303 dari Jakarta yg telah nge-remix lagu kami. Itu adalah sebuah pertanda. Siapa tahu, kan?
Yang paling penting adalah, kami melakukan apa yang kami sukai sesuai dengan karakter dan kemampuan kami, dan berusaha melakukan itu semua dengan jujur.
Referensi kalian buat album ini apa aja? Terutama dalam musik yang saat ini kalian usung?
Males juga sebenarnya ngejelasin soal referensi. Kelihatannya jadi kayak ajang pamer. Setidaknya itu yang kami rasakan kalau orang-orang ngomongin referensi musik. Haha. Oke deh, referensi kami Pantera, Sepultura, Deftones, Chimaira, dan salah satu musisi Indonesia, Pance F Pondaag, serta beberapa nama lain.
Kenapa kalian berani melawan pasar dengan berpatokan memberikan sesuatu yang terbaik dan spesial di album ini, baik kemasan album dan bermacam – macam bonus merchandise?
Sebenarnya kami tidak berusaha melawan pasar ataupun menciptakan pasar. Bukan itu tujuan kami. Yang kami lakukan sederhana kok: melakukan apa yang benar-benar kami inginkan. As simple as that. Mulai dari kemasan collector series yang kami rilis, yaitu album, tees, cutting sticker, poster, serta pin dalam satu paket dengan harga murah, mengunduh album gratis, bagi-bagi cd gratis, jualan cd dengan harga di bawah standard. Semua itu hanya pertanda bahwa kami lebih mengutamakan musik kami supaya bisa sampai ke telinga teman-teman semua, dan tahu apa yang kami lakukan. Sederhana kan.
Jadi ini strategi kalian, ya?
Nggak ada strategi, kami menganggap ini adalah karya seni, dan bagi kami karya seni itu mengalir saja, tidak dibuatbuat. bahkan sebaiknya jangan diberi nilai, karena dengan penilaian sebuah karya menjadi mati. Beku dan baku.
Cerita dong ke pembaca www.dapurletter.com yang nggak datang ke peluncuran mini album Generasi Pemberang dan apa rencana kalian setelahnya?
Alhamdulillah peluncuran album kemarin lancar, ramai, dan sesak. Semoga semua yang terlibat di sana bahagia. Kami mengundang beberapa teman sebagai bintang tamu. Ada Serigala Malam, Something Wrong, Cranial Incisored, DJ Uncle 303 dan Dead Squad.
Mengenai rencana ke depan, kami akan menggelar tur. Pilihannya Sumatera atau kalimantan dan merilis album remix.
Sip. Semoga rencana kalian terwujud dan berjalan lancar. Pandangan kalian terhadap musik metal di jaman sekarang dan perkembangannya gimana?
Secara musikalitas, kami masih bisa memaklumi kenapa banyak band metal hanya berusaha menyerupai band-band metal dari “luar”. Itu lumrah. Namun kami hanya berusaha bagaimana hal yang berasal dari “luar” itu dapat “menjadi Indonesia”. Setidaknya sedikit aja nggak apa-apa, mulai penggunaan bahasa, lick guitar, dan juga tema-tema yang diangkat. Oya, di album kami memasukkan unsur pentatonik Jawa dan beberapa nada Melayu. Walaupun sedikit dan dalam tempo cepat. (Foto: Istimewa)
Random Posts
3 Comments on “Got Me Blind Banyak Melakukan Ekspansi Musik”
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!



Mantabzz! terutama lagu yg berjudul generasi pemberang. Arransemennya asik!
I Like Music UNDERGROUND.
Suksesnya bro.
Musiknya bikin merinding bulu kuduk euy, mantap bro……….
Salam Tiga jari………